Modal Investasi Saham, Apa Saja?
Saham merupakan instrumen investasi yang memungkinkan kita untuk menjadi pemilik dari sebuah perusahaan besar. Karenanya, banyak orang awam yang beranggapan bahwa modal investasi saham membutuhkan sejumlah uang yang besar.
“Investasi saham mah untuk orang kaya..”
“Saham pasti harganya mahal mahal, gamau ahh..”
Biasanya, seperti ini lah respon orang-orang ketika ditanya kenapa mereka tidak mau berinvestasi di pasar saham. Tetapi, apa iya semua itu benar? Yuk kita cari tahu bersama apa saja modal investasi saham yang dibutuhkan untuk kamu yang baru pertama kali mulai!
Biaya Deposito Sekuritas
Saham merupakan bukti kepemilikan seseorang terhadap suatu perusahaan. Tentunya, siapa yang tidak mau menjadi pemilik dari perusahaan-perusahaan besar di Indonesia seperti Unilever, Astra, dan lain sebagainya.
Selanjutnya, untuk membeli saham perusahaan-perusahaan tersebut kamu harus terlebih dahulu memiliki akun investasi dengan cara mendaftarkan dirimu ke salah satu perusahaan sekuritas yang ada di Indonesia.

Sebelum itu, dalam memilih sekuritas ada beberapa faktor yang bisa menjadi pertimbangan seperti kemudahan aplikasi, kelengkapan fitur, besarnya fee per transaksi, serta nominal deposito awal yang dibutuhkan.
Saat ini ada banyak sekuritas yang menawarkan biaya deposito awal yang rendah yaitu di angka Rp 100 ribu. Inilah salah satu biaya awal yang dibutuhkan untuk berinvestasi saham.
Selanjutnya, setelah mengeluarkan biaya untuk deposito awal sekuritas sebenarnya kamu sudah bisa mulai untuk membeli saham yang kamu inginkan. Tetapi, apakah kamu tahu saham mana yang harus kamu beli? Saham mana yang merupakan perusahaan yang bagus dan bertumbuh sehingga ketika kamu menginvestasikan uangmu disitu kamu yakin nantinya kamu akan cuan?
Modal Investasi Leher Ke Atas
Tentunya, inilah pentingnya kamu mengeluarkan biaya kedua yaitu untuk belajar dan memperkaya wawasan atau istilahnya “investasi leher ke atas”. Umumnya, untuk mendapatkan keuntungan dari saham ada berbagai cara, yaitu bisa dengan investasi, trading, dan scalping. Ketiganya memiliki cara analisa yang berbeda untuk menghasilkan keuntungan, contohnya investasi mungkin pendekatannya lebih terhadap bagaimana kinerja perusahaan tiap kuartal berdasarkan laporan keuangan. Sedangkan, trading dan scalping lebih menggunakan pendekatan pola pattern dan candle yang telah teruji menghasilkan keuntungan.
Tetapi, tak ada yang bisa memastikan mana yang lebih untung antara satu metode dan lainnya. Akhirnya, semua kembali ke profil risiko kita masing-masing nyamannya lebih ke metode yang mana. Sebetulnya, semua informasi mengenai bagaimana cara investasi yang baik atau bagaimana cara cuan melalui trading sejatinya bisa didapatkan dengan mudah di internet. Tetapi, tentunya materinya tidak akan sedalam yang didapatkan dengan mengikuti kelas berbayar. Secara umum, dengan mengikuti kelas-kelas tersebut tentunya akan menjadi dasar yang baik untuk kamu memulai perjalanan di dunia saham.

Mau jadi investor handal yang mampu menghasilkan profit maksimal dan konsisten?
Pelajari semuanya di Cuanderful Investing Class sekarang!!
Modal Investasi Saham
Selanjutnya, setelah kamu menetapkan sekuritas untuk digunakan dan kamu juga sudah mengikuti kelas sebagai dasar ilmu untuk berinvestasi. Selanjutnya adalah praktik langsung atau membeli saham. Sesungguhnya, anggapan bahwa saham itu mahal merupakan hal yang salah karena harga saham yang paling rendah ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah Rp 50 per lembar. Kesimpulannya, kamu hanya perlu bermodalkan Rp 5,000 saja untuk bisa memiliki saham.
Tentunya, ada jumlah minimal saham yang bisa kamu beli yaitu 1 lot atau 100 lembar saham. Jadi, kamu harus menyiapkan uang senilai Rp 50 per lembar x 100 lembar (1 lot) = Rp 5,000. Paham?
Faktanya, indeks LQ45 adalah kumpulan 45 emiten yang terpilih karena tingginya likuiditas, besarnya kapitalisasi pasar, dan fundamental perusahaan yang baik dari seluruh penghuni bursa saham Indonesia. Tentunya, dengan menyesuaikan jumlah modal yang ada kamu bisa mulai membeli saham pertamamu dari salah satu penghuni indeks LQ45 tersebut.
Berikut merupakan penjelasan mengenai modal investasi saham. Jadi, setelah membaca artikel ini apakah kamu masih berpikir kalau berinvestasi di saham itu membutuhkan biaya yang besar? Silahkan tentukan sendiri bagaimana kamu ingin menggunakan uangmu!
Disclaimer : Segala informasi yang terdapat dalam artikel ini semata untuk tujuan edukasi dan tambahan referensi, bukan untuk tujuan rekomendasi terkait keputusan investasi maupun trading serta keuangan apapun. Setiap keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing – masing individu karena tujuan investasi maupun trading dan profil risiko perorangan akan berbeda satu sama lain.
Informasi Tambahan :
- Dapatkan update seputar pasar saham gratis di channel telegram dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!
2022 © Cuanderful Indonesia

[…] Tentunya, untuk mengakselerasi pertumbuhan perusahaan tersebut diperlukan adanya tambahan modal. Selanjutnya, untuk sebuah perusahaan terbuka, ada cara lain untuk mendapatkan tambahan modal […]