Risiko Investasi Saham Yang Harus Kamu Tahu!!

Sesungguhnya, selain keuntungan yang tinggi, risiko investasi saham juga merupakan hal yang harus kamu perhatikan. “High risk, high return..” begitu kata orang-orang. Tetapi, bukan berarti karena saham memiliki risiko yang tinggi kemudian membuat kita mengurungkan niat untuk berinvestasi. Oleh karenanya, inilah pentingnya kita memahami sumber risiko investasi saham agar dapat meminimalisir potensi kerugian kita.

Berikut beberapa risiko investasi saham yang perlu kamu ketahui agar terhindar dari potensi kerugian saat berinvestasi di saham, yaitu :

1. Capital loss

Capital loss merupakan risiko investasi saham berupa kerugian yang disebabkan oleh hasil penjualan saham. Umumnya, kerugian investasi saham disebabkan dari selisih antara harga jual dan harga beli. Tentunya, ketika harga jual saham kamu lebih rendah dibandingkan dengan harga belinya maka kerugian lah yang akan kamu dapatkan.

Contohnya seperti ini, ketika kamu membeli satu lot saham saat ini dengan harga Rp 3 juta. Selanjutnya, harga saham yang kamu beli tersebut turun menjadi Rp 2.5 juta. Seringkali, karena takut harga saham tersebut semakin turun alhasil kamu menjualnya. Tentunya, kamu mendapatkan capital loss senilai Rp 500 ribu yang merupakan selisih antara harga jual dan harga beli kamu.

Sebetulnya, capital loss merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan dalam investasi saham. Oleh karena itu, inilah pentingnya memiliki tujuan investasi yang jelas agar dapat mengurangi risiko investasi saham. Contohnya seperti ini, ketika kamu berinvestasi di saham dengan tujuan trading atau mendapatkan keuntungan dalam investasi jangka pendek.

Selanjutnya, dalam trading ada yang dinamakan dengan trading plan. Umumnya, trading plan memuat pada kisaran harga berapa kamu harus membeli, mengambil keuntungan, bahkan melakukan stop loss pada saham tersebut. Utamanya, sebagai trader kamu harus disiplin mengikuti trading plan yang sudah kamu buat. Khususnya untuk stop loss, hal ini dibuat untuk meminimalisir risiko investasi saham yang kamu alami dan produktivitas aset kamu itu sendiri.

Dalam banyak kasus, beberapa trader pemula ketika saham mereka mengalami penurunan harga hingga melewati batas stop loss-nya justru malah tidak mau menjualnya. Biasanya, mereka melakukannya karena berharap harganya akan kembali seperti semula. Alhasil, capital loss yang mereka terima menjadi lebih besar dari yang seharusnya. Inilah pentingnya bagi kita untuk disiplin mengikuti trading plan yang sudah kita buat.

2. Risiko Likuidasi

Risiko likuidasi merupakan risiko investasi saham yang kedua. Likuidasi atau pembubaran adalah kondisi dimana suatu perusahaan diwajibkan untuk menjual seluruh aset yang dimilikinya untuk menyelesaikan kewajiban perusahaan.

Seringkali orang beranggapan bahwa ketidakmampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajibannya sebagai satu-satunya alasan penyebab terjadinya likuidasi. Likuidasi yang disebabkan karena hal tersebut dinamakan sebagai likuidasi wajib.

Namun, ada jenis likuidasi lain yaitu likuidasi sukarela. Likuidasi jenis ini disebabkan oleh beberapa alasan seperti perubahan segmen pasar, gagal bersaing dengan kompetitor, dan lain sebagainya. Tentunya, untuk melaksanakan likuidasi sukarela ini dibutuhkan setidaknya persetujuan dari 75% pemegang saham perusahaan.

Selanjutnya sebagai pemegang saham, kita mendapatkan prioritas terakhir pada hasil penjualan aset perusahaan. Apabila semua kewajiban perusahaan telah dibayarkan dan hasil penjualan aset tersebut masih tersisa maka akan dibagikan kepada para pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikan sahamnya.

Akhirnya untuk meminimalisir risiko likuidasi, kita sebagai investor dituntut untuk selalu mengikuti segala perkembangan perusahaan yang kita pegang. Salah satu cara untuk mengetahui kinerja perusahaan yang kita pegang adalah dengan membaca laporan keuangan perusahaan yang selalu dibagikan kepada publik setiap kuartalnya.

Nahhh, itu dia kedua risiko investasi saham yang harus kamu ketahui sebelum kamu benar-benar terjun ke dunia saham. Sesungguhnya, dengan memahami risiko ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kerugian yang akan kamu hadapi nantinya. Akhirnya, apakah kamu sudah siap untuk berinvestasi saham?


Disclaimer : Segala informasi yang terdapat dalam artikel ini semata untuk tujuan edukasi dan tambahan referensi, bukan untuk tujuan rekomendasi terkait keputusan investasi maupun trading serta keuangan apapun. Setiap keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing – masing individu karena tujuan investasi maupun trading dan profil risiko perorangan akan berbeda satu sama lain.

Informasi Tambahan :

  • Dapatkan update seputar pasar saham gratis di channel telegram dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!

2022 © Cuanderful Indonesia

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *