Prospek TLKM Dengan Adanya GOTO
Harga saham TLKM turun sejak lockup saham GOTO dibuka. Penurunan ini disebabkan oleh sentimen negatif investasi TLKM pada GOTO. Penurunan saham GOTO akan dicatatkan sebagai kerugian investasi sehingga akan membebani keuangan TLKM. Dengan adanya GOTO, bagaimanakah prospek TLKM? Mari kita bahas!
Sebelum masuk ke pembahasan inti, kita akan membahas dulu sedikit tentang latar belakang TLKM dan GOTO. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan kode tick TLKM adalah pemimpin pasar layanan telekomunikasi dan jaringan di Indonesia. TLKM memiliki empat segmen utama, yaitu mobile, consumer, enterprise, dan WIB dengan segmen mobile sebagai kontributor utama pendapatan. Sedangkan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dengan kode tick GOTO merupakan sebuah perusahaan hasil merger antara perusahaan penyedia jasa (Gojek) dan perusahaan e-commerce (Tokopedia).
Kembali lagi ke pembahasan, penurunan harga saham TLKM sebenarnya bukan hanya saat lockup saham GOTO dibuka pada awal Desember lalu, namun sudah mulai mengalami koreksi ketika TLKM merilis laporan keuangan kuartal 3 2022 pada 28 Oktober lalu. Namun memang penurunan signifikan terjadi ketika lockup saham GOTO tersebut dibuka. Jika kita bedah laporan keuangan kuartal 3-nya, TLKM mencatatkan kerugian investasi di GOTO sebesar Rp3.01 triliun. Hal ini juga yang kemudian membuat laba bersih TLKM turun pada kuartal 3.
TLKM x GOTO, Berapa Harga Average TLKM?
Selanjutnya kita akan bahas bagaimana investasi TLKM pada GOTO. TLKM melakukan investasi melalui anak usahanya, Telkomsel dengan perjanjian pembelian saham pada 18 Mei 2021 lalu. Telkomsel membeli sebanyak 29,708 lembar senilai US$150 juta atau setara Rp2.11 triliun dan 59,417 lembar saham tambahan senilai US$300 juta atau setara Rp4.29 triliun. Sehingga total kepemilikan sahamnya sebanyak 89,125 lembar saham. Jumlah saham ini menjadi 23,722,133,875 lembar setelah GOTO melakukan stock split. Jika kita hitung berdasarkan nilai transaksi dan jumlah sahamnya maka Telkomsel membeli saham GOTO dengan harga rata-rata sebesar Rp270 per saham.
Dengan pembelian di harga Rp270 per saham, maka ketika GOTO IPO TLKM sebenarnya sudah mencatatkan keuntungan investasi karena pada saat itu GOTO melantai di bursa dengan harga penawaran sebesar Rp338 per saham. Akan tetapi per kuartal 3 harga sahamnya menjadi Rp246 dan keuntungan TLKM telah berbalik menjadi kerugian. TLKM mencatatkan kerugian sebesar Rp3,064 miliar per kuartal 3 tersebut. Kerugian TLKM karena GOTO tentunya membengkak setelah harga saham GOTO anjlok dalam. Per artikel ini dibuat, GOTO ditutup pada harga Rp87 per saham.
Bagaimana Nasib TLKM Kedepannya?
Nah kita sudah membahas kerugian TLKM atas investasinya pada GOTO yang dapat dipastikan membengkan akibat penurunan harga saham GOTO. Terlepas dari investasinya yang gagal dalam jangka pendek (belum tentu gagal dalam jangka panjang), bagaimanakah prospek TLKM? Apakah akan ikut memburuk?

Kita masuk ke pembahasan inti, yaitu tentang prospek TLKM. Seperti yang sudah kita bahas bahwa TLKM memiliki empat segmen utama sebagai pengahasil utama pendapatannya. Pertama adalah segmen mobile yang menyediakan produk mobile voice, SMS, value added service, dan mobile broadband. Segmen ini ditopang oleh Telkomsel. Selanjutnya ada segmen konsumer yang menyediakan jasa indihome. Lalu segmen enterprise menyediakan solusi end to end pelanggan korporat dan institusional. Terakhir adalah segmen WIB yang menyediakan jasa interkoneksi , satelit, dan lainnya untuk operator telekomunikasi. Ilustrasi segmen bisnis TLKM dapat dilihat pada gambar di atas.

Dari keempat segmen operasi tersebut, terutama dari segmen mobile (Telkomsel) dan konsumer (Indihome), prospeknya sangat bagus untuk beberapa tahun kedepan. Kedua segmen tersebut untuk lebih mudahnya adalah sebagai penyedia internet yang sudah sangat ternama di Indonesia dan merupakan pemimpin pasar. Konektivitas internet dimasa yang akan datang akan menjadi salah satu kebutuhan utama dalam era digitalisasi sehingga produk yang disediakan oleh TLKM akan sangat dibutuhkan. Sehingga dapat kita simpulkan bahwa secara bisnis, prospek TLKM masih sangat bagus kedepannya

Secara bisnis masih bagus, bagaimana kinerja keuangannya setelah mendapat beban kerugian dari GOTO? Akankah mempengaruhi fundamental TLKM?
Secara tahunan TLKM menghasilkan pendapatan lebih dari Rp130 triliun dalam 5 tahun terakhir dengan laba bersih yang mencapai Rp20 triliun dalam 3 tahun terakhir. Anggap TLKM rugi sebesar Rp6 triliun dari investasinya meskipun tidak mungkin karena harga saham GOTO tidak akan sampai Rp0. Maka laba bersihnya akan berkurang sebesar Rp6 triliun dan ini cukup besar jika dibandingkan laba bersihnya. Namun untungnya ini hanya sekedar pencatatan keuangan selama TLKM belum menjual kepemilikan sahamnya. Jika kita bandingkan dengan kas operasional dan arus kas bersih sebenarnya kerugian investasi di GOTO ini memang akan membebani kas, namun arus kas TLKM kemungkinan besar akan tetap positif.
Kesimpulan
Baik sebagai kesimpulan, untuk saat ini dan beberapa tahun ke depan GOTO akan terus membebani TLKM, terutama pada laba bersihnya. Selama harga saham GOTO berada di bawah harga pembelian TLKM, maka pada laporan laba rugi akan dicatatkan sebagai kerugian investasi, sehingga laba bersihnya akan mengalami penurunan yang cukup besar. Akan tetapi, jika kita melihat prospek bisnisnya, maka dalam beberapa tahun ke depan prospek TLKM masih cukup menjanjikan.
Disclaimer : Segala informasi yang terdapat dalam artikel ini semata untuk tujuan edukasi dan tambahan referensi, bukan untuk tujuan rekomendasi terkait keputusan investasi maupun trading serta keuangan apapun. Setiap keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing – masing individu karena tujuan investasi maupun trading dan profil risiko perorangan akan berbeda satu sama lain.
Informasi Tambahan :
- Dapatkan update seputar pasar saham gratis di channel telegram dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!
2022 © Cuanderful Indonesia

[…] secara drastis dalam rentang waktu tertentu. Contohnya, harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang mengalami Auto Reject Bawah (ARB) 11 kali berturut pada periode -12 Desember 2022 sehingga […]