Prospek IPO Pertamina Geothermal (PGEO)

Pertamina Geothermal Energy (PGEO) akhirnya memutuskan untuk melakukan IPO pada tahun ini setelah sejak tahun lalu isu tentang IPO-nya anak usaha dari BUMN PT Pertamina ini mulai terdengar. BUMN yang terakhir melakukan IPO adalah PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) dan IPO nya terbilang sukses karena terserap seluruhnya. Akan tetapi kinerja keuangan ADCP masih stagnan, sedangkan kinerja sahamnya buruk. Lalu bagaimana prospek Pertamina Geothermal? Apakah menarik untuk mengikuti IPO-nya? Mari kita bahas!

Latar Belakang

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) merupakan entitas anak dari Pertamina. PT Pertamina Power Indonesia (PPI) merupakan pemegang saham utama perseroan. PGEO memiliki 2 entitas anak usaha, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy Kotamobagu dan PT Geothermal Energi Seulawah. PGEO bergerak di bidang pengusahaan panas bumi yang berupa eksplorasi, pembangkitan tenaga listrik, dan kegiatan usaha penunjang yang berkaitan dengan pengusahaan panas bumi. Berdasarkan segmen operasionalnya PGEO memiliki 6 segmen geografis, yaitu Kamojang, Lahendong, Ulubelu, Karaha, Lumut Balai, dan segmen lainnya.

Initial Public Offering

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat kita lihat bahwa PGEO merupakan perusahaan yang bergerak di bidang energi terbarukan. Selanjutnya kita akan membahas seputar rencana IPO-nya. PGEO berencana melepas sebanyak-banyaknya 10.35 miliar lembar saham baru yang mewakili 25% dari modal yang disetor dan ditempatkan perusahaan sebelum IPO. Harga penawarannya adalah sebesar Rp820 hingga Rp945 per sahamnya. Sehingga PGEO berpotensi mendapatkan dana segar maksimal sebesar Rp9.78 triliun atau sekitar US$646 miliar. 85% dana hasil IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan sampai tahun 2025, sedangkan sisa 15% akan digunakan untuk pembayaran kredit sindikasi.

Kinerja

Gambar : Pendapatan dan Laba Bersih

Sebelum kita menilai layak atau tidaknya untuk mengikuti IPO, kita akan membahas dulu kinerja keuangannya. Jika kita lihat dari pendapatan, tren pendapatan mengalami penurunan. Penurunan signifikan pada tahun 2020 terhadap tahun 2019 akibat adanya perubahan kebijakan akuntansi. Sehingga ada segmen pendapatan yang tidak bisa dicatatkan ke dalam laporan keuangan PGEO. Jika kita keluarkan pendapatan tahun 2019, maka tren pendapatan perusahaan mengalami kenaikan. Begitu pula dengan tren laba bersihnya yang mengalami peningkatan.

Prospek

Gambar : Perkiraan Pertumbuhan Kapasitas PLTP

Secara kinerja PGEO terus mencatatkan kenaikan pada pendapatan dan laba bersihnya dan ini berarti kinerjanya cukup baik. Secara prospek, PGEO ini juga cukup menarik. Perusahaan berfokus pada tenaga panas bumi dari hulu ke hilir yang salah satu bentuk bisnisnya adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Pembangkit ini memiliki masa depan yang cerah dimana sesuai dengan tujuan pemerintah dalam pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Saat ini kontribusi energi panas bumi Indonesia baru sekitar 6.3% pada 2021. Pemerintah tentunya akan meningkatkan kontribusi PLTP sebagai sumber energi listrik untuk mencapai tujuan Net Zero Emission. Itu artinya ruang pengembangan panas bumi masih terbuka lebar. Akan tetapi perlu diingat bahwa ini akan memakan waktu yang sangat panjang. Sehingga secara jangka panjang prospek PGEO cukup bagus.

Kamu ingin mempelajari cara membaca laporan keuangan dan memproyeksi prospek perusahaan dalam beberapa tahun ke depan? Pelajari selengkapnya di Cuanderful Investing Mastery sekarang!

Valuasi

Setelah mengetahui kinerja dan prospek jangka panjang PGEO yang cukup bagus, kali ini kita akan membahas valuasinya. Berdasarkan kinerja keuangannya beberapa tahun terakhir, ROE tertinggi yang dicapai PGEO sebesar 10% dan cenderung stagnan. Sedangkan untuk PER-nya sekitar 16.8x hingga 19.36x dan PBV sebesar 1.17x hingga 1.28x. Dengan begitu valuasi PGEO sebenarnya tidak murah, akan tetapi juga tidak terlalu mahal. Apalagi dibandingkan dengan IPO BUMN yang lainnya, valuasi PGEO lebih murah dibandingkan IPO BUMN sebelumnya.

Kesimpulan

Sebagai penutup, sudah kita dapatkan bahwa kinerja cukup bagus, prospek jangka panjang juga bagus serta valuasi yang tidak semahal IPO BUMN yang sebelumnya. Akan tetapi perlu diingat bahwa PGEO ini lebih cocok untuk jangka panjang jika kita lihat dari prospeknya. Sehingga perlu dipertimbangkan lebih matang lagi jika ingin mengikuti IPO-nya dan jangan lupa untuk sesuaikan dengan tujuan investasi masing-masing.


Disclaimer : Segala informasi yang terdapat dalam artikel ini semata untuk tujuan edukasi dan tambahan referensi, bukan untuk tujuan rekomendasi terkait keputusan investasi maupun trading serta keuangan apapun. Setiap keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing – masing individu karena tujuan investasi maupun trading dan profil risiko perorangan akan berbeda satu sama lain.

Informasi Tambahan :

  • Dapatkan update seputar pasar saham gratis di channel telegram dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!

2023 © Cuanderful Indonesia

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *