ARNA Yang Semakin Profitable!
PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) kembali mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada semester I tahun 2022. Pendapatan tumbuh 8.9%, sedangkan laba bersih tumbuh 38.5%. ARNA memang sejak beberapa tahun ini mencatatkan pertumbuhan kinerja yang bagus. Terakhir kalinya ARNA mengalami penurunan pendapatan dan laba bersih adalah tahun 2015, namun setelah itu ARNA terus mencatatkan kinerja yang bagus. Lalu apakah yang membuat ARNA bisa terus mencatatkan kinerja yang bagus? Bagaimana margin laba ARNA bisa meningkat? Mari kita bahas!
Sebelum membahas lebih jauh tentang kinerjanya, kita mengenal lebih dekat dulu tentang ARNA. PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) didirikan pada sekitar 29 tahun lalu, yaitu tepatnya pada 22 Februari 1993. ARNA melakukan penawaran umum perdana sahamnya atau Initial Public Offering (IPO) pada 17 Juli 2001 dengan harga penawaran sebesar Rp120 per saham.
ARNA bergerak di bidang industri keramik dan porselen. Saat ini, ARNA berada pada posisi 9 sebagai perusahaan yang memiliki volume produksi terbesar. Salah satu merek yang terkenal dari ARNA adalah keramik UNO. ARNA memiliki 5 pabrik yang tersebar di beberapa tempat di Indonesia dengan total kapasitas terpasang sebesar 64.37 juta meter persegi.
Gambar : Profitabilitas Sejak Tahun 2014
Sejak tahun 2015, ARNA terus mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih setelah sebelumnya mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2014. Compound Annual Growth Rate (CAGR) pendapatan dan laba bersih sejak 2015 adalah 10.9% dan 34.5% secara berurutan. Salah satu penyebab meningkatnya pendapatan adalah meningkatnya volume produksi yang kemudian menyebabkan perusahaan bisa menjual lebih banyak keramik.
Selain itu, harga jual rata-rata juga mengalami peningkatan yang kemudian berdampak pada naiknya pendapatan. Namun ada yang lebih menarik dari sekedar pertumbuhan pendapatannya, yaitu pertumbuhan laba bersih yang jauh lebih besar dari pertumbuhan pendapatannya. Selain itu margin keuntungan ARNA juga terus mengalami peningkatan, baik itu margin laba kotor (GPM), margin laba operasional (OPM), maupun margin laba bersihnya (NPM). Kok bisa laba bersih dan margin keuntungannya meningkat?
Gambar : Komposisi Beban Pokok Pendapatan
Sejak tahun 2015, ARNA mampu menekan beban pokok berupa pemakaian energi (gas) yang selama ini menjadi beban terbesar bagi produksi. Dari 43% pada tahun 2015 menjadi 30% pada 2021. Akibat efisiensi pada energi ini, margin laba bersih ARNA mengalami peningkatan.
Gambar : Pertumbuhan Kapasitas Produksi Perusahaan
Meningkatnya volume produksi tentunya didukung oleh peningkatan kapasitas produksi pabrik. Sejak pertama kali berdiri hingga saat ini, kapasitas produksi ARNA mengalami peningkatan yang cukup besar. Sejak tahun 2009 saja, kapasitas terpasang telah meningkat 2x lipat hingga tahun 2021. Dari 31.86 juta meter persegi menjadi 64.37 juta meter persegi. Peningkatan kapasitas ini akan sia-sia jika volume produksi tidak meningkat.
Namun hal ini tentu saja tidak terjadi pada ARNA. ARNA mencatatkan peningkatan volume produksinya, dari 30.04 juta meter persegi pada tahun 2009 menjadi 69.07 juta meter persegi pada tahun 2021. Yang lebih menarik adalah ARNA mampu memproduksi lebih banyak dibandingkan kapasitas pabriknya sehingga utilitasnya diatas 100%. Pada tahun 2021 sendiri utilitas ARNA sebesar 107%. Kok bisa?
Perhitungan kapasitas pabrik berdasarkan berapa hari dalam setahun mesin-mesin pabrik dapat aktif. Misalkan perusahaan menargetkan mesin akan aktif produksi selama 350 dari 365 hari untuk menghasilkan target 10 juta meter persegi. 15 hari sisanya akan digunakan untuk melakukan perawatan mesin sehingga mesin harus mati. Namun dalam prakteknya, masa perawatan mesin hanya 10 hari, dan 5 hari sisanya mesin dapat melakukan produksi. Sehingga masa aktif mesin meningkat menjadi 355 hari. Tambahan 5 hari ini membuat perusahaan memproduksi lebih dari 10 juta meter persegi sebagaimana yang ditargetkan sebelumnya. Atas dasar inilah mengapa utilitas ARNA dapat melebihi 100%.
ARNA mencatatkan pertumbuhan kinerja yang baik beberapa tahun kebelakang ini. Pendapatannya terus meningkat, begitu juga margin laba bersihnya. Peningkatan kinerja ini dampak dari beberapa kebijakan perusahaan, seperti peningkatan kapasitas produksi dan pengefisienan pada beban pendapatan pokoknya. Sangat menarik untuk memperhatikan kinerja ARNA dari kuartal ke kuartal dan melihat sejauh mana perusahaan dapat bertumbuh.
Disclaimer : Segala informasi yang terdapat dalam artikel ini semata untuk tujuan edukasi dan tambahan referensi, bukan untuk tujuan rekomendasi terkait keputusan investasi maupun trading serta keuangan apapun. Setiap keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing – masing individu karena tujuan investasi maupun trading dan profil risiko perorangan akan berbeda satu sama lain.
Informasi Tambahan :
- Dapatkan update seputar pasar saham gratis di channel telegram dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!
2022 © Cuanderful Indonesia


Responses