Dividen Jumbo, Bagaimana Kinerja ADRO?

ADRO mengumumkan pembagian dividen interim untuk tahun buku 2022 dengan nilai jumbo jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Keputusan ini diambil tidak lepas dari perolehan laba bersih yang sangat besar sepanjang tahun 2022. Lalu bagaimanakah kinerja ADRO sebenarnya dan bagaimana pula prospeknya? Mari kita bahas!

Sebelum kita membahas kinerja ADRO, kita akan membahas tentang latar belakang perusahaan. PT Adaro Energy Indonesia Tbk dengan kode tick ADRO adalah salah satu perusahaan energi ternama yang terintegrasi di Indonesia dengan bisnis di sektor batu bara, energi, utilitas, dan infrastruktur pendukung. Sampai saat ini batu bara merupakan bisnis utama yang menjadi penopang pendapatan ADRO. Saat ini ADRO memiliki 8 pilar model bisnis, yaitu Adaro Mining, Adaro Services, Adaro Logistics, dan Adaro Power sebagai pilar operasi utama serta pilar pendukung yang terdiri dari Adaro Land, Adaro Water, Adaro Capital, dan Adaro Foundation.

Royal Terhadap Investor

Gambar : Total Dividen dan Dividend Payout Ratio ADRO

Pada tahun ini ADRO memutuskan untuk membagikan dividend interim yang nilainya besar jika dibandingkan dengan dividen interim tahun-tahun sebelumnya. ADRO akan membagikan dividend sebesar US$500 juta, naik signifikan dibandingkan tahun lalu yang sebesar US$350 juta. Setiap pemegang saham akan mendapatkan US$0.016 atau setara Rp249.48 per lembar. Nilai dividen ini tentunya merupakan yang tertinggi yang pernah dibagikan perusahaan. ADRO memang terkenal royal dalam hal membagi dividen sejak IPO tahun 2008 lalu. Secara rata-rata menurut perusahaan dividend payout ratio sebesar 46%, namun jika kita lihat dua tahun terakhir ADRO membagikan payout ratio tahun buku 2020 mencapai 99.92% dan 72.07% pada tahun buku 2021.

Tren Kinerja Keuangan

Gambar : Kinerja Keuangan ADRO

Besarnya dividen tentunya tidak lepas dari besarnya laba bersih yang dihasilkan ADRO sepanjang tahun ini. Mari kita lihat tren kinerja ADRO sejak 2008 hingga kini! Sekilas sudah dapat kita lihat bahwa tren kinerja keuangannya mengalami kenaikan dan penurunan. Hal ini terjadi karena tren kinerjanya mengikuti harga acuan batu bara dan kondisi ekonomi. Ketika harga batu bara tinggi dan permintaan batu bara meningkat, maka ADRO akan membukukan pendapatan yang besar dan begitu pula laba bersihnya. Besarnya pendapatan dan laba bersihnya ini terjadi ketika booming komoditas, yaitu pada tahun 2010~2012 dan 2017~2018, serta tahun 2021~2022.

Kamu ingin mempelajari cara membaca laporan keuangan dan memproyeksi prospek perusahaan dalam beberapa tahun ke depan? Pelajari selengkapnya di Cuanderful Investing Mastery sekarang!

Kinerja luar biasa terjadi pada tahun 2022, dimana ADRO membukukan pendapatan dan laba bersih terbesar sepanjang masa. Penyebabnya tentu saja adalah harga acuan batu bara yang meningkat signifikan hingga menembus angka US$400 per ton. Seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa sebagian besar pendapatan ADRO berasal dari batu bara sehingga tidak heran ketika harga acuan batu bara meningkat signifikan maka laba bersih ADRO juga meningkat signifikan.

Outlook ADRO

Oke kita telah membahas kinerjanya yang sangat bagus tahun ini. Pertanyaannya sekarang adalah mampukah ADRO kembali mencatatkan kinerja yang bagus pada kuartal 4 ini? Dan bagaimana prospek ADRO ke depannya? Jika kita lihat perkembangan harga acuan batu bara pada kuartal 4 ini, maka dapat kita lihat bahwa harga acuan batu bara masih tergolong sangat tinggi karena pada bulan Desember harga batu bara kembali tembus US$400 per ton. Namun secara rata-rata, kemungkinan harga acuan batu bara pada kuartal 4 lebih rendah dibandingkan kuartal 3. Jadi ada kemungkinan laba kuartal 4 nanti lebih kecil dibandingkan laba kuartal 3, kecuali secara operasional pada kuartal 4 kembali meningkat, maka bisa saja kenaikan laba bersih ADRO kembali terjadi pada kuartal 4 nanti.

Kondisi pasar batu bara saat ini masih tergolong bagus. Dari sisi permintaan, Eropa saat ini sangat membutuhkan batu bara sebagai sumber bahan bakar pembangkit listriknya karena negara Eropa sedang dilanda musim dingin. Biasanya mereka menggunakan gas alam sebagai bahan bakar, namun akibat berkurangnya pasokan gas dan kenaikan harga gas yang tinggi, maka batu bara menjadi substitusi gas tersebut. Di lain tempat, India, impor batu bara negara tersebut meningkat signifikan karena ekonomi India masuk dalam fase recovery dimana aktivitas ekonomi meningkat dengan pesat. India sendiri menjadi tujuan ekspor ADRO dan berkontribusi sebesar 14% dari total penjualan batu bara.

Di saat permintaan batu bara sedang tinggi, pasokan batu bara cukup ketat. Hal ini disebabkan oleh Australia yang sedang menghadapi fenomena alam, yaitu badai La Nina yang mengganggu aktivitas penambangan batu bara. Volume produksi Australia juga diprediksi akan berkurang sebanyak 13 juta ton akibat gangguan cuaca tersebut.

Kesimpulan

Oke mari kita simpulkan, pembagian dividen yang besar saat ini tidak lepas dari besarnya laba bersih yang dicatatkan ADRO hingga kuartal 3 2022 akibat harga acuan batu bara yang meningkat signifikan. Jika kita lihat dari permintaan dan pasokan batu bara saat ini, maka bisa kita lihat bahwa prospek batu bara secara umum dan ADRO secara khusus masih bagus, setidaknya dalam satu atau dua kuartal ke depan.


Informasi Tambahan :

  • Dapatkan update seputar pasar saham gratis di channel telegram dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!

2022 © Cuanderful Indonesia

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *