Prospek Batu Bara Setelah Anjlok

Harga batu bara mengalami penurunan yang signifikan pada akhir bulan Januari lalu. Dalam satu hari batu bara anjlok 25.90%. Hal ini lantas membuat harga batu bara yang selalu berada di atas US$300 per ton sejak bulan Mei tahun lalu menjadi US$265.35 per ton. Hingga artikel ini dibuat, harga acuan batu bara masih melanjutkan penurunan. Lalu bagaimana prospek batu bara saat ini? Bagaimana pula prospek emiten batu bara? Mari kita bahas!

Tren Harga Batu Bara

Gambar : Tren Harga Acuan Batu Bara Newcastle

Harga batu bara mengalami kenaikan signifikan pada tahun 2021 hingga tahun 2022 akibat terjadinya booming komoditas. Pada booming komoditas sebelumnya harga tertinggi hanya mencapai US$130 per ton. Namun pada tahun 2022 harga batu bara mencapai di atas US$400 per ton. Level harga tertinggi yang belum pernah dicapai sebelumnya. Jika kita lihat tren harga batu bara sejak 2009, harga batu bara mengalami dua kali kenaikan yang cukup tinggi, yaitu pada tahun 2012 dan 2018.

Penyebab Kenaikan Harga

Harga batu bara sangat dipengaruhi oleh permintaan dan pasokan. Kenaikan harga batu bara dalam beberapa tahun terakhir diakibatkan oleh permintaan yang tinggi, sedangkan pasokan terbatas. Meskipun sesederhana itu, selalu ada penyebab lain yang menyebabkan kenaikan harga batu bara. Khususnya pada tahun 2021 hingga 2022 dimana harga batu bara mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Secara sederhana penyebabnya masih sama, yaitu pasokan yang tidak dapat mengimbangi permintaan. Namun sebenarnya ada beberapa faktor lain yang menyebabkan lonjakan harga batu bara.

Pada tahun 2021 permintaan batu bara naik signifikan akibat kembali aktifnya aktivitas ekonomi diberbagai negara setelah pada tahun 2020 ekonomi berhenti akibat lockdown. Akan tetapi pasokan batu bara tidak mencukupi sehingga harga batu bara melambung tinggi. Ketika itu harga batu bara mencapai di atas US$200 per ton. Tidak cukup sampai disitu, kondisi kemudian diperparah oleh aksi Rusia yang melakukan invasi terhadap Ukraina. Atas invasi tersebut harga batu bara kembali naik signifikan hingga di atas US$300 per ton, bahkan harga batu bara mencapai di atas US$400 per ton.

Kamu ingin mempelajari cara membaca laporan keuangan dan memproyeksi prospek perusahaan dalam beberapa tahun ke depan? Pelajari selengkapnya di Cuanderful Investing Mastery sekarang!

Invasi Rusia

Kenaikan signifikan harga batu bara tahun 2022 akibat invasi Rusia sebenarnya merupakan dampak ular tangga. Rusia menyetop pasokan gas ke Eropa sehingga terjadilah krisis energi disebagian besar Eropa. Selama ini Eropa telah memanfaatkan gas dari Rusia sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Ketika di stop, Eropa terpaksa harus kembali beralih ke batu bara sebagai bahan bakar pembangkit listriknya. Hal ini kemudian yang menyebabkan permintaan naik signifikan. Selain naiknya permintaan dari Eropa, konsumen batu bara terbesar dari Asia, yaitu China dan India juga meningkatkan permintaan batu bara. Akibatnya pasokan batu bara pada saat itu sangat terbatas sehingga harga batu bara naik sangat signifikan hingga berada di atas US$400 per ton.

Penurunan Harga

Setelah bertahan hampir satu tahun dengan harga di atas US$300 per ton, akhirnya harga batu bara kembali ke harga US$200-an per ton. Sebenarnya tren penurunan harga batu bara sudah terlihat sejak bulan Oktober 2022, meskipun pada bulan Desember 2022 kembali mengalami rebound. Tren penurunan ini terjadi karena adanya ancaman resesi dimana permintaan batu bara diperkirakan akan mengalami penurunan, sedangkan pasokan batu bara terus mengalami peningkatan. Dan benar saja, permintaan impor batu bara dari Eropa mengalami penurunan sebesar 30% pada Januari 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini juga yang kemudian membuat harga batu bara anjlok.

Prospek Batu Bara

Di tengah penurunan harga acuan batu bara ini, bagaimana prospek batu bara ke depannya? Penurunan ini kemungkinan akan terus berlanjut jika kondisi di Eropa dan AS kembali normal seperti sebelum pandemi. Permintaan batu bara dari Eropa dan AS akan kembali mengalami penurunan. Hal ini juga berhubungan dengan peningkatan pasokan gas alam dan harga gas alam yang kembali normal sehingga diperkirakan Eropa dan AS akan kembali menggunakan gas alam sebagai bahan bakar pembangkit listriknya.

Prospek Emiten

Penurunan harga acuan batu bara tentunya akan berdampak buruk bagi emiten batu bara. Pendapatan dan laba bersih emiten batu bara akan mengalami penurunan mengikuti harga acuan batu bara. Bisa jadi tahun 2022 adalah puncaknya pendapatan dan laba bersih emiten batu bara. Sedangkan untuk 2023 kemungkinan pendapatan dan laba bersihnya akan mengalami penurunan. Namun perlu diingat bahwa dengan harga US$100 per ton saja emiten batu bara sudah untung. Artinya emiten tetap mencatatkan laba, hanya saja lebih kecil dibandingkan tahun 2022.

Kesimpulan

Penurunan harga acuan batu bara saat ini disebabkan oleh menurunnya prospek permintaan batu bara, sedangkan pasokan batu bara terus mengalami peningkatan. Kondisi penurunan ini bisa saja terus berlanjut jika pasokan telah melampaui permintaan. Emiten batu bara kemungkinan akan mencatatkan penurunan pendapatan dan laba bersih untuk tahun 2023 seiring dengan turunnya harga acuan batu bara. So, bagi investor emiten batu bara sudah bisa mempersiapkan strategi terkait prospek batu bara yang tidak sebagus tahun lalu.


Disclaimer : Segala informasi yang terdapat dalam artikel ini semata untuk tujuan edukasi dan tambahan referensi, bukan untuk tujuan rekomendasi terkait keputusan investasi maupun trading serta keuangan apapun. Setiap keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing – masing individu karena tujuan investasi maupun trading dan profil risiko perorangan akan berbeda satu sama lain.

Informasi Tambahan :

  • Dapatkan update seputar pasar saham gratis di channel telegram dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!

2023 © Cuanderful Indonesia

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *