Usai Private Placement, BUMI Menarik?
PT Bumi Resources Tbk berencana untuk melakukan private placement atau Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). BUMI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 200 miliar lembar saham biasa seri C. Jumlah ini setara dengan 58.71% dari modal disetor Perseroan setelah pelaksanaan PMTHMETD. Harga pelaksanaannya adalah Rp120 per saham, sehingga diperkirakan BUMI akan memperoleh dana segar sebesar Rp24 triliun yang mana dana hasil aksi korporasi ini salah satunya akan digunakan untuk membayar utang PKPU.
Lalu bagaimanakah prospek BUMI setelah adanya private placement ini? Apakah kondisi perusahaan akan semakin membaik? Mari kita bahas!
Sebelum kita membahas lebih jauh tentang BUMI, mari kita bahas sedikit tentang latar belakang perusahaan dan kondisi perusahaan. In fact, BUMI adalah perusahaan pertambangan batu bara terbesar di Indonesia saat ini. BUMI melaksanakan pertambangan batu bara melalui beberapa anak usahanya, salah satunya adalah PT Kaltim Prima Coal. Pada tahun 2021 lalu BUMI mampu memproduksi 78.8 juta ton batu bara dan menjual batu bara sebanyak 79.4 juta ton.
Meskipun BUMI merupakan perusahaan tambang terbesar, BUMI sangat sulit untuk mencatatkan laba tiap tahunnya. Tau mengapa? Yap benar, hutang BUMI ini besar sekali, sehingga beban bunga yang diterimanya juga besar. BUMI sendiri saat ini memiliki utang PKPU sebesar US$1.79 miliar. Akibat utang yang besar ini pula ekuitas BUMI menjadi negatif. Per Juni 2022 BUMI memiliki ekuitas yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar negatif US$331.4 juta.
Selanjutnya kita akan kembali membahas private placementnya..
Aksi korporasi yang dilakukan BUMI ini (jika berhasil) maka BUMI akan memperoleh dana segar sebesar Rp24 triliun atau sekitar US$1.6 miliar. Sebagian besar dana akan digunakan untuk pembayaran utang PKPU sebanyak US$1.56 miliar. Sisanya akan digunakan untuk biaya-biaya terkait private placement dan sebagai tambahan modal kerja. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, BUMI memiliki utang PKPU sebesar US$1.79 miliar per Juni 2022, namun karena pada bulan Juli lalu sudah dilakukan pembayaran, maka jumlah utang PKPU-nya sebelum pelaksanaan private placement sebesar US$1.56 miliar. Jumlah utang PKPU-nya sama dengan jumlah dana yang akan digunakan dari hasil private placement atau bisa dibilang seluruh utang PKPU-nya akan dibayar menggunakan dana hasil private placement. Dengan begitu utang PKPU-nya lunas.

Kita bisa lihat, dampak dari private placement ini sangat besar. Liabilitas BUMI akan mengalami penurunan dari US$3.53 miliar menjadi US$2.01 miliar. Selain itu, ekuitas juga akan mengalami peningkatan yang berasal dari modal disetor. Ekuitas akan meningkat dari US$887.59 juta menjadi US$2.38 miliar. Ekuitas yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk akan berbalik menjadi positif US$1.16 milair. Dengan begitu rasio-rasio perusahaan akan semakin membaik, salah satunya rasio utang. Utang membaik, maka beban bunga juga akan semakin kecil. Dengan begitu maka margin laba BUMI bisa semakin besar.

Selain kondisi keuangannya yang kemungkinan besar akan semakin membaik, ada yang cukup menarik juga, yaitu siapa yang akan mengambil penjatahan private placement tersebut. Yap, Grup Salim.
Grup Salim akan ikut serta melalui Mach Energy Limited (MEL) dan Treasure Global Investment Limited (TGIL). MEL akan mengambil 85% penjatahan, sedangkan TGIL akan mengambil sisanya, yaitu sebesar 15%. MEL saat ini dimiliki bersama oleh Grup Salim dan Grup Bakrie dengan porsi kepemilikan yang sama. Sedangkan untuk TGIL, 100% kepemilikannya dipegang oleh Grup Salim.
Sebelum adanya aksi korporasi, Grup Bakrie merupakan pengendali utama perseroan. Namun setelah private placement, Grup Bakrie dan Grup Salim akan sama-sama mengendalikan perseroan. Porsi kepemilikan Grup Bakrie akan meningkat dari 7.367% menjadi 28.38%. Meningkatnya porsi Grup Bakrie akibat kepemilikan saham pada MEL. Sedangkan Grup Salim akan memiliki saham BUMI sekitar 28.33% . Jumlah ini berasal dari kepemilikan pada MEL dan TGIL.
Setelah masuknya Grup Salim, BUMI layak untuk kita perhatikan dalam beberapa waktu ke depan. Apakah kinerja BUMI akan mengalami turn around akibat adanya Grup Salim tersebut. Track record Grup Salim tentunya tidak bisa kita pandang sebelah mata. Emiten-emiten Grup Salim yang melantai di BEI saat ini rata-rata mencatatkan kinerja yang cukup baik. Apakah hal tersebut akan terjadi juga pada BUMI? Mampukah BUMI kembali mencatatkan laba yang besar seperti tahun-tahun kejayaannya dulu? Mari kita lihat bersama!
Disclaimer : Segala informasi yang terdapat dalam artikel ini semata untuk tujuan edukasi dan tambahan referensi, bukan untuk tujuan rekomendasi terkait keputusan investasi maupun trading serta keuangan apapun. Setiap keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing – masing individu karena tujuan investasi maupun trading dan profil risiko perorangan akan berbeda satu sama lain.
Informasi Tambahan :
- Dapatkan update seputar pasar saham gratis di channel telegram dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!
2022 © Cuanderful Indonesia


Responses