Prospek Perdana Gapuraprima (GPRA)

PT Perdana Gapuraprima (GPRA) adalah salah satu perusahaan properti yang mencatatkan kinerja bagus pada kuartal 3 2022. Harga sahamnya juga diapresiasi dengan baik oleh pasar sejak GPRA mengeluarkan laporan keuangannya dengan naik sekitar 28.3% hingga tulisan ini dibuat. Selain kenaikan kinerja dan kenaikan harga sahamnya, bagaimanakah prospek GPRA sebenarnya? Mari kita bahas!

Sebelum kita membahas prospek GPRA, kita akan membahas latar belakang perusahaan karena kemungkinan besar masih banyak yang belum tahu tentang GPRA. GPRA didirikan pada tahun 1987 dengan nama awal PT Perdana Gapuraprima Mas. Kemudian berganti nama menjadi seperti sekarang pada tahun 1999. GPRA melantai dibursa pada tahun 2007 dan ikut mencatatkan kinerja yang bagus ketika booming properti terjadi pada tahun 2013 hingga tahun 2015.

Gambar : Lokasi Proyek GPRA

Seperti pada umumnya perusahaan properti, GPRA menjual rumah tapak dan apartemen dalam menjalankan lini bisnisnya. Selain itu, GPRA juga memiliki pendapatan berulang yang berasal dari hotel, pusat perbelanjaan, tempat rekreasi, dan pelayanan apartemen. Hingga tahun 2021, GPRA telah menyelesaikan lebih dari 30 proyek properti dalam dua dekade terakhir. Proyek GPRA tersebar di area Jakarta, Tangerang, Cilegon, Bekasi, dan Bogor. Beberapa proyeknya adalah 8 Residence Bantar Gebang, Taman Raya Cilegon, GP Plaza Slipi, Pakuan Terrace Bogor, Great Western Resort Tangerang, dan masih banyak lagi.

Gambar : Profitabilitas GPRA

Setelah membahas latar belakangnya, bagaimana prospek GPRA dan mengapa GPRA menarik bagi tim Cuanderful? Alasan pertama yang menjadikan GPRA menarik adalah kinerjanya yang bagus pada tahun ini. Jika kita melihat pada gambar grafik di atas, maka sejak tahun 2015 hingga 2020 ROE GPRA hanya berada direntang 3% sampai 4%. Namun pada tahun ini, ROE-nya kembali mengalami kenaikan dan saat ini sebesar 6.6%. Meskipun ROE ini tergolong kecil, namun sudah lebih baik dibandingkan emiten properti lainnya.

Ikut webinar investing series segera! Jangan sampai ketinggalan!

Kedua, selain kinerja yang mulai membaik, valuasi GPRA saat ini juga masih sangat murah. Kendati demikian, valuasi yang murah ini wajar karena kinerjanya beberapa tahun terakhir memang kurang bagus. Namun setelah ada perbaikan kinerja, GPRA masih dihargai dengan PBV sebesar 0.3x ketika laporan keuangannya dirilis. Karena valuasi yang murah ini pula harga sahamnya naik signifikan dalam waktu singkat.

Gambar : Rasio Keuangan GPRA

Selanjutnya, kesehatan keuangan GPRA cukup baik. Salah satu buktinya adalah GPRA telah mampu melewati dua kali krisis, yaitu tahun 1998 dan 2009. Perusahaan properti sangat rentan terhadap kondisi ekonomi yang buruk karena biasanya perusahaan properti menggunakan utang untuk operasional perusahaannya. Jika kita lihat rasio keuangan GPRA memiliki tren yang bagus. Per kuartal 3 2022, debt to equity ratio (DER) sebesar 0.18x sedangkan current ratio (CR) 3.47x. Kedua rasio ini menandakan bahwa kondisi keuangan GPRA masih cukup sehat.

Satu lagi kelebihan dari GPRA adalah portofolio produknya yang tergolong murah. Sasaran pelanggan GPRA adalah kelas menengah ke atas. GPRA menjual rumah dengan harga mulai Rp500 jutaan. Dengan harga yang cukup murah tersebut maka akan lebih mudah bagi GPRA untuk membukukan penjualan dibandingkan harga rumah di atas Rp3 miliar.

Ingin menjadi investor saham yang mampu menganalisa perusahaan dengan komprehensif? Pelajari selengkapnya di Cuanderful Investing Class sekarang!

Setelah kita membahas prospek GPRA, selanjutnya kita akan membahas tantangan apa yang akan dihadapi GPRA. Salah satu tantangan yang tidak hanya dihadapi GPRA, melainkan perusahaan properti lainnya adalah memburuknya kondisi ekonomi. Karena setiap kondisi ekonomi buruk maka masyarakat akan menahan uangnnya untuk melakukan pembelian properti.

Selain memburuknya kondisi ekonomi, nama perusahaan juga tidak terlalu terkenal karena ukuran perusahaannya memang tergolong kecil. Kapitalisasi pasar GPRA hanya sebesar Rp342 miliar. Oleh karena hal ini jugalah sahamnya juga kurang likuid di pasar saham. Harga sahamnya juga cukup fluktuatif sehingga ini menjadi risiko tersendiri bagi GPRA.

Sebagai kesimpulan, dengan melihat kinerja dan prospek GPRA yang cukup bagus sepanjang tahun ini menjadikan GPRA cukup layak untuk dijadikan salah satu emiten pengisi portofolio kita. Jangan lupa juga pertimbangkan risiko-risiko yang mungkin terjadi terhadap perusahaan.

GPRA adalah salah satu emiten pilihan tim Cuanderful yang masuk ke dalam e-book kuartal 3 yang telah rilis sejak bulan November lalu. GPRA juga akan masuk ke dalam pembahasan Cuanderful Investing Webinar Series bersama beberapa emiten properti lainnya. Sebagai disclaimer, ketika e-book dirilis harga sahamnya sebesar Rp93 dan saat ini telah berada di atas Rp115.


Disclaimer : Segala informasi yang terdapat dalam artikel ini semata untuk tujuan edukasi dan tambahan referensi, bukan untuk tujuan rekomendasi terkait keputusan investasi maupun trading serta keuangan apapun. Setiap keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing – masing individu karena tujuan investasi maupun trading dan profil risiko perorangan akan berbeda satu sama lain.

Informasi Tambahan :

  • Dapatkan update seputar pasar saham gratis di channel telegram dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!

2022 © Cuanderful Indonesia

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *