Harga Saham Anjlok, Bagaimana Kinerja ACES?
Harga saham ACES anjlok sangat dalam sepanjang tahun 2022. Penyebabnya adalah kinerja ACES yang mengalami penurunan pada tahun 2022. Namun, apakah penurunan harga saham ini sebanding dengan penurunan kinerjanya? Dan apakah harga sahamnya mampu rebound kembali? Mari kita bahas!
Latar Belakang Perusahaan
Sebelum kita masuk ke dalam pembahasan kinerja ACES, kita akan membahas dulu latar belakang perusahaan beserta lini bisnisnya. PT ACE Hardware Indonesia didirikan pada tahun 1995 dengan nama awal PT Kawan Lama Home Center. Nama perusahaan yang sekarang merupakan nama ketiga dan berganti nama pada tahun 2001. Kemudian ACES memutuskan untuk melakukan IPO pada tahun 2007 silam. ACES sendiri bergerak di bidang usaha perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup. Merek dagang terkenal dari ACES diantaranya adalah ACE, Krisbow, dan Kris. ACES juga merambah dunia mainan anak pada tahun 2010 melalui lini bisnis Toys Kingdom. Dengan begitu ACES memiliki tiga produk, yaitu perlengkapan rumah tangga, gaya hidup, dan mainan.
Saat ini ACES merupakan salah satu perusahaan ritel terkemuka di Indonesia dengan jaringan gerai yang banyak dan tersebar di Indonesia. ACES juga rutin melakukan ekspansi setiap tahunnya demi menjangkau pasar yang lebih luas. Per September 2022, total gerai yang dimiliki ACES sebanyak 228 gerai dan tersebar ke 54 kota di Indonesia, serta gerai Toy Kingdom sebanyak 60 gerai. Total luas gerai ACES melebih 500 ribu meter persegi. Selain itu ACES juga membuka gerai ACE Xpress dengan luasan bangunan lebih kecil dengan target pasar berupa konsumen perumahan dengan penawaran produk kebutuhan sehari-hari.
Harga Saham

Setelah mengetahui latar belakang perusahaan, kita kembali lagi ke kinerja sahamnya. Harga saham ACES turun signifikan sepanjang tahun 2022. Penurunannya mencapai 61% selama setahun. Jika kita tarik mundur lagi, harga saham ACES memang sudah mulai turun sejak akhir tahun 2020, penurunan harga saham ACES mencapai lebih dari 70%. Penurunan harga saham ACES ini sejalan dengan penurunan kinerjnya sepanjang tahun 2022. Yang menjadi pertanyaan adalah, apakah kinerja ACES sangat buruk hingga harga sahamnya jatuh sangat dalam? Mari kita gali kinerjanya lebih dalam lagi.
Kinerja Keuangan

Jika kita lihat dari gambar grafik laporan keuangan ACES di atas, memang pada tahun 2020 dan 2021 pendapatan serta laba bersih ACES mengalami penurunan. Penurunan tersebut kemudian diikuti oleh penurunan harga sahamnya. Akan tetapi penurunan harga sahamnya masih wajar. Yang menarik justru pada tahun 2022 (TTM) dimana pendapatan dan laba bersihnya mulai mengalami kenaikan, harga sahamnya justru bergerak berkebalikan dan bahkan jatuh sangat dalam sepanjang tahun 2022. Apa penyebabnya?
Penyebab Penurunan

Oke kita kembali lagi ke kinerja keuangannya. Secara tren, pendapatan dan laba bersih ACES mengalami peningkatan setiap tahunnya sejak tahun 2012 hingga tahun 2019, tepat sebelum pandemi terjadi. CAGR pendapatan dan laba bersihnya sebesar 14% dan 13% berurutan. ROE ACES juga selalu berada di atas 20%, meskipun secara tren mengalami penurunan. Alhasil, investor menghargai ACES dengan harga premium, yaitu dengan PBV lebih dari 5x. Mengapa demikian? Tentunya karena investor optimis dengan kinerja ACES.

Namun hal buruk terjadi pada tahun 2020 dimana pandemi menyerang. Ketika itu kinerja ACES untuk pertama kalinya mengalami penurunan. Meskipun pada tahun 2022 mengalami perbaikan, kinerja tersebut belum mampu mencapai kinerja sebelum pandemi. Tipikal perusahaan yang memiliki kinerja bagus dan valuasi harga sahamnya premium, ketika perusahaan tersebut kinerjanya turun, maka investor akan menghukum harga sahamnya. Sehingga penurunan harga sahamnya akan signifikan. Yang terjadi tahun 2022 kemungkinan karena perbaikan kinerja ACES tidak sesuai dengan ekspektasi investor sehingga wajar saja ACES ditinggal investor sehingga harga sahamnya turun signifikan.
Prospek
Lalu bagaimanakah prospek ACES? Sudah layakkah ACES dikoleksi? Prospek ACES saat ini netral. Tidak buruk dan tidak juga bagus. Hal ini karena kondisi ekonomi Indonesia sudah pulih namun outlook ekonomi tahun 2023 tidak cukup baik. Artinya ada kemungkinan tingkat konsumsi akan turun yang kemudian juga akan berdampak pada penjualan ACES. Namun perlu diperhatikan bahwa kondisi ini tidak seburuk dua tahun lalu.
Kesimpulan
Terkait valuasi ACES saat ini sebenarnya sudah tidak semahal dulu lagi dan tergolong wajar mengingat kinerjanya saat ini belum pulih. Harga saham ACES tentunya bisa saja kembali mengalami kenaikan dengan syarat kinerja perusahaannya telah pulih dan melampaui kinerja sebelum pandemi. Tipe saham seperti ini, ketika harga saham telah turun signifikan karena kinerja yang kurang bagus dan kemudian mengalami turn around kinerja, maka harga sahamnya juga akan cepat pulih.
Informasi Tambahan :
- Dapatkan update seputar pasar saham gratis di channel telegram dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
- Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!
2023 © Cuanderful Indonesia

Responses