1 Euro Setara 1 Dolar AS, Ada Apa?

Nilai mata uang Euro terus mengalami penurunan terhadap nilai mata uang Amerika Serikat hingga mencapai dimana 1 Euro  sama dengan 1 Dolar AS. Fenomena ini disebut dengan paritas. Hal ini merupakan kali pertama terjadi sejak 20 tahun terakhir tepatnya pada bulan Desember 2002 silam. Beberapa sentimen negatif menjadi penyebabnya seperti Inflasi yang tinggi, perang antara Rusia dan Ukraina, kembali lockdown-nya China, dan kenaikan suku bunga. Namun, apa yang sebenarnya terjadi dan apa faktor penyebab nilai euro terperosok cukup dalam? Apa itu paritas? Lalu apa juga dampaknya? Mari kita bahas!

Gambar : Pergerakan Nilai Tukar Euro Terhadap Dollar AS

Sepanjang tahun 2022, nilai euro terhadap Dolar telah mengalami koreksi sebesar 12.7% dari €1.1373 pada 3 Januari menjadi US$1.0088 pada 15 Juli 2022. Penurunan ini disebabkan para investor waspada akan terjadinya resesi dengan naiknya inflasi, naiknya suku bunga acuan, adanya invasi Rusia terhadap Ukraina, dan China yang kembali lockdown. Disaat ketidakpastian ini, investor lebih banyak menyimpan uang dalam bentuk dolar karena dipercaya bahwa mata uang akan lebih aman untuk dipegang dalam masa-masa krisis. Mata uang memiliki sifat seperti saham, surat utang, dan aset dimana naik dan turunnya nilai dapat dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Semakin banyak permintaan dolar, maka semakin tinggi juga nilainya. Disaat permintaan dolar tinggi, sebaliknya, permintaan terhadap Euro turun. Puncaknya adalah pada minggu ini dimana nilai €1 sama dengan US$1 atau disebut paritas. Paritas adalah kondisi dimana nilai mata uang Eropa (euro) sama dengan nilai mata uang Amerika Serikat (dolar).

Apa yang menyebabkan nilai euro sama dengan nilai dolar saat ini?

Penurunan nilai euro terhadap dolar kali ini adalah respon dari tingginya inflasi di Amerika Serikat yang mencapai 9.1% pada bulan Juni 2022 secara year on year. Para investor telah berspekulasi bahwa dengan naiknya inflasi ini akan membuat The Fed kembali menaikkan suku bunga acuan. Ketika suku bunga The Fed lebih tinggi dari suku bunga Bank Sentral Eropa, tentu akan membuat investor lebih tertarik untuk berinvestasi di dalam Dolar ketimbang euro. Ketika investor menjual euro-nya dan kemudian akan membeli dolar maka modal di Eropa akan keluar dan masuk ke Amerika Serikat yang kemudian akan menekan nilai euro, sebaliknya nilai dolar akan naik.

Mau dapat update setiap hari seputar bursa saham? Yuk klik gambar di atas, gratis!

Selain karena tingginya inflasi dan kekhawatiran naiknya suku bunga, kekhawatiran penghentian pasokan gas Rusia ke Eropa Barat yang merupakan sebuah pembalasan atas sanksi ekonomi yang diberikan kepada Rusia karena menginvasi Ukraina juga menambah buruk situasi ekonomi di Eropa. Bayang-bayang resesi yang dikombinasikan dengan krisis energi dan ketidakstabilan ekonomi Eropa akibat invasi Rusia telah menambah sentimen negatif di mata investor yang dapat berdampak pada di ”buangnya” euro dan lebih memilih untuk membeli dolar.

Bank Sentral Eropa sebenarnya sudah mengambil langkah untuk mengatasi keluarnya arus modal dari Eropa, yaitu dengan mempersiapkan kebijakan untuk menaikkan suku bunga acuan di bulan ini dan bulan September. Selain untuk mencegah keluarnya dana asing dari Eropa, kenaikan suku bunga ini untuk menahan laju inflasi di Eropa yang sudah cukup tinggi. Namun jika resesi benar-benar terjadi maka Bank Sentral Eropa tidak bisa menaikkan suku bunga acuan begitu saja. Sementara jika kita lihat kondisi ekonomi Amerika Serikat saat ini masih lebih kuat ketimbang ekonomi Eropa, yang berarti The Fed masih mungkin untuk menaikkan suku bunga acuan lebih tinggi lagi.

Lalu apa dampaknya ketika nilai euro turun dan dolar naik?

Ketika nilai Euro terhadap US$ terus mengalami penurunan, maka akan berdampak terhadap perusahaan Amerika yang memiliki tujuan ekspor ke negara-negara Eropa. Barang yang dijual perusahaan Amerika tersebut akan mengalami kenaikan harga dan lebih mahal. Hal ini dapat berdampak pada naiknya inflasi di Eropa. Selain itu, juga dapat berpotensi terjadinya pelemahan dan penurunan daya beli di Eropa. Adanya pelemahan atau penurunan ini akan berdampak juga pada turunnya penjualan ekspor Amerika Serikat yang kemudian dapat memperlambat pertumbuhan Amerika Serikat. Sebaliknya, di Amerika Serikat, barang-barang impor yang berasal dari Eropa akan memiliki harga yang lebih murah. Hal ini bagus karena dapat membantu meredam laju pertumbuhan inflasi di Amerika Serikat. Namun murahnya barang impor ini juga menjadi ancaman bagi perusahaan Amerika Sendiri karena dapat kalah saing harga yang akan menekan pendapatan perusahaan tersebut.

Pelemahan euro terhadap dolar AS ini dapat menimbulkan dampak buruk bukan hanya bagi negara-negara di Eropa, melainkan juga negara di seluruh dunia. Meskipun Bank Sentral Eropa telah mengatur sedemikian rupa agar harga euro tidak jatuh lebih dalam dengan rencana menaikkan suku bunga acuan, tentu ini bukan tanpa resiko. Menaikkan suku bunga acuan akan berdampak juga pada perlambatan pertumbuhan ekonomi. Saat ini, tingkat konsumsi di Eropa belum setinggi konsumsi sebelum pandemi, sehingga dengan naiknya suku bunga acuan dapat mengancam pertumbuhan tingkat konsumsi di Eropa.


Disclaimer : Segala informasi yang terdapat dalam artikel ini semata untuk tujuan edukasi dan tambahan referensi, bukan untuk tujuan rekomendasi terkait keputusan investasi maupun trading serta keuangan apapun. Setiap keputusan investasi maupun trading merupakan tanggung jawab masing – masing individu karena tujuan investasi maupun trading dan profil risiko perorangan akan berbeda satu sama lain.

Informasi Tambahan :

  • Untuk kamu yang ingin menjadi trader mandiri, ikuti kelas trading dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin menjadi investor mandiri, ikuti kelas investing dengan klik link disini!
  • Untuk kamu yang ingin tau saham pilihan tim Cuanderful untuk trading dan investing bisa ikuti membership Cuanderful+ dengan klik link disini!

2022 © Cuanderful Indonesia

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *